Postingan

Menampilkan postingan dengan label Islam

Abdullah bin Umar berkata..

 "Kalian harus berpegang teguh pada Al-Qur'an. Pelajari isinya dan ajarkanlah kepada anak-anak kalian. Sebab kalian akan diminta pertanggungjawaban tentang Al-Qur'an, diberi pahala dengan Al-Qur'an, dan cukuplah Al-Qur'an sebagai pemberi nasihat bagi siapa saja yang berakal"

Hasan Al Bashri berkata..

 "Tidaklah Allah SWT turunkan satu ayat, melainkan Dia ingin memberitahukan untuk apa ayat tersebut di turunkan dan apa yang Dia kehendaki"

Abdullah Bin Umar Berkata..

 "Setelah sekian lama kami menjalani hidup, setiap orang diantara kami dikaruniai makna iman sebelum al-Qur'an. Kemudian turun satu surat kepada Nabi Muhammad SAW. kami pun belajar halal, haram, perintah, dan larangan serta sikap apa yang terbaik menurut Al-Qur'an. Setelah itu aku melihat banyak sekali orang yang di beri Al-Qur'an sebelum makna iman, ia membaca al-Fatihah hingga An-nas, tapi ia tidak mengetahui apap yang diperintahkan Al-Qur'an dan apa yang dilarang, serta apa yang patut ia sikapi sesuai dengan petunjuk Al-Qur'an. Ia mengocehnya seperti ocehan daql "

Masruq bin Al-Ajda berkata..

 "Tidaklah kami bertanya tentang sesuatu kepada Para sahabat Nabi Muhammad SAW, melainkan mereka mengajarkan Al-Qur'an. Namun tetap saja, ilmu kami mengenai Al-Qur'an terbatas" Beliau adalah salah seorang Pembesar Tabi'in Kufah dan paling banyak mengumpulkan ilmu dari para sahabat

Hasan bin Ali RA Berkata...

 "Generasi sebelum kalian memandang Al-Qur'an sebagai kiriman surat dari Rabb mereka, sehingga mereka selalu mentadabburinya di malah hari dan merindukannya di siang hari"

Ibnu Mas'ud Berkata..

"Jika kalian menginginkan ilmu, maka galilah al-Qur'an, sebab di dalamnya terdapat ilmu generasi pertama manusia dan generasi terakhir" [ref: Buku Panduan Tadabbur & Meraih Sukses Dengan Al Qur'an - Khalid bin Abdul Karim Al-Lahim - Guru Besar Al-Qur'an & ulumul Qur'an Universitas Imam Muhamamad bin Sa'ud al Islamiyah]

_Prophetic Leadership: Ulasan Singkat Ibrahim Alayhisholatuwassalam._

Gambar
Siapa yang tak kena sosok Nabi Ibrahim a.s., seorang yang digelari sebagai kekasih Allah SWT. Yang dalam kehidupannya begitu penuh drama. Tentu bukan drama yang biasa – biasa saja, apalagi drama receh seorang di sekeliling kita, yang terkadang hanya karena ingin mendapatkan perhatian dari seseorang, trus bikin drama :P Sosok Ibrahim as. memiliki kisah yang sangat menarik dan tentunya sangat mendunia, bahkan diabadikan dalam Al-Quran. Tidak hanya di abadikan, tapi juga di praktikan dalam syariat menjalankan agama. Tidak hanya dipraktikan juga, tetapi juga menjadi kewajiban yang harus * diusahakan* mampu setiap orang muslim agar menunaikannya. Ibadah Haji *Inspirasi di masa Muda* Hari ini kebanyakan dari anak muda terlalu fokus pada eksistensi dirinya agar bisa di terima oleh lingkungannya, ditambah bumbu media sosial, semua jadi paket komplit. Mirip bubur ayam. enak kelihatannya, tapi isinya karbohidrat semua, habis itu dimakan setelah olahraga. Bukan ngga ...

Sumber Daya Imajinasi dan Masa Depan

Gambar
Matahari senja di perkampungan kala itu Menjawab Tantangan! Apa yang akan terjadi hari esok, adalah akumulasi dari apa yang dilakukan hari ini. quotes ini bukan quotes baru apalagi hukum alam baru, kalimat itu sudah ada sejak matahari beredar dari timur ke barat manakala manusia menyadari bahwa hidupnya harus terus bergerak dan suatu saat pasti akan berhenti, dan sampai hari ini semakin banyak yang tau maksud dan lafadz dari kalimat itu. Maka, tak perlu risau apalagi terburu - buru jika berbicara masa depan, toh apa yang akan dimakan esok hari pun siapa yang tau? paling yang tau hanya yang Maha Kuasa memberi Rizki. Artinya, jika ada sesuatu yang bisa dilakukan lalu di usahakan hingga menjadikann ada sebuah hasil yang terbaik pada hari ini, mengapa harus menunda sampai esok hari? begitu kirannya daya nalar kita bekerja. Lebih lanjut, jikalau bisa dini hari, mengapa harus menunggu matahari terbit?